Seseorang membaca artikel berbahasa asing di laptop sambil mencatat istilah di meja kayu

Cara Membaca Berita Berbahasa Asing dengan Bantuan Terjemahan

Berita berbahasa asing sering muncul di linimasa, entah soal konflik, ekonomi global, atau peristiwa alam di negara lain. Banyak pembaca langsung menyalinnya ke mesin penerjemah, lalu membagikan hasilnya tanpa memeriksa ulang. Cara membaca berita berbahasa asing dengan terjemahan yang aman dimulai dari memastikan konteks kalimat, bukan hanya kata per kata.

Kenapa terjemahan otomatis bisa menyesatkan

Mesin penerjemah menerjemahkan kalimat tanpa tahu siapa yang berbicara dan dalam situasi apa. Kata yang sama bisa berarti berbeda tergantung topik. Dalam berita politik, istilah seperti “sanction” berarti sanksi, tetapi di berita olahraga kata serupa bisa merujuk pada hukuman ringan. Alat terjemahan tidak selalu bisa membedakan keduanya.

Hal lain yang sering luput adalah nama diri. Nama orang, lembaga, dan tempat sebaiknya tidak diterjemahkan. Kalau hasil terjemahan mengubah nama kementerian atau organisasi menjadi istilah lain, pembaca bisa salah mengira sedang membaca soal lembaga yang berbeda.

Angka juga rawan berubah makna. Sistem penulisan angka di beberapa negara memakai koma untuk desimal dan titik untuk ribuan, kebalikan dari kebiasaan di Indonesia. “1,5 miliar” di satu negara bisa tertulis “1.5 miliar” dan tetap berarti satu setengah miliar, bukan seratus lima puluh.

Langkah praktis menerjemahkan berita untuk pemula

Mulai dari satu artikel utuh, bukan potongan tangkapan layar. Tangkapan layar sering memotong judul, nama media, dan tanggal terbit, sehingga konteksnya hilang. Buka tautan aslinya lebih dulu, lalu salin beberapa paragraf ke alat terjemahan.

  1. Terjemahkan judul secara terpisah. Judul berita sering memakai gaya ringkas yang sulit diterjemahkan otomatis. Bandingkan hasil judul dengan isi paragraf pertama untuk melihat apakah maknanya sejalan.
  2. Bagi teks menjadi beberapa bagian. Menyalin seluruh artikel sekaligus membuat mesin kehilangan jejak antarparagraf. Terjemahkan per dua atau tiga paragraf.
  3. Catat istilah yang tidak familiar. Tandai kata yang hasil terjemahannya terasa janggal, lalu cari padanannya di kamus atau berita berbahasa Indonesia yang membahas topik sama.
  4. Periksa nama dan angka. Pastikan nama orang, lembaga, dan nominal uang tidak berubah dari teks asli.
  5. Baca ulang versi Indonesia tanpa melihat teks asli. Kalau ada kalimat yang tidak masuk akal, kemungkinan terjemahannya perlu diperbaiki.

Untuk berita yang menyebar cepat di media sosial, langkah di atas bisa digabung dengan cara cek berita viral di media sosial dengan langkah sederhana. Tujuannya sama, yaitu memastikan yang dibaca sesuai dengan isi aslinya sebelum ikut menyebarkan.

Memilih alat terjemahan yang membantu

Alat terjemahan umum sudah cukup untuk memahami garis besar berita. Namun untuk teks yang memuat istilah teknis, seperti laporan keuangan atau pernyataan hukum, hasilnya perlu diperiksa lagi. Beberapa alat menyediakan tampilan teks asli dan terjemahan berdampingan, dan tampilan seperti ini lebih mudah dipakai untuk membandingkan kalimat.

Kalau berita ditulis dalam bahasa yang tidak kamu kenal sama sekali, perhatikan arah terjemahan. Menerjemahkan dari bahasa asal langsung ke bahasa Indonesia lebih baik daripada lewat bahasa Inggris sebagai perantara. Setiap lapisan terjemahan menambah peluang makna bergeser.

Simpan tautan artikel asli saat mengutip hasil terjemahan. Pembaca lain bisa memeriksa sendiri apakah terjemahanmu sesuai. Kebiasaan ini juga membantumu saat harus menjelaskan sumber ke orang lain di grup chat.

Membedakan laporan media asing dan opini

Berita berbahasa asing tidak selalu berupa laporan langsung. Banyak yang berbentuk analisis atau kolom opini, dan nada tulisannya lebih bebas. Sebelum menerjemahkan, cari label seperti “opinion”, “analysis”, atau “editorial” di halaman tersebut. Kalau tidak ada label, lihat apakah paragrafnya berisi pendapat penulis atau kutipan dari narasumber.

Media dengan orientasi berbeda bisa melaporkan peristiwa yang sama dengan penekanan berbeda. Membaca dua media dari negara yang berbeda membantu melihat mana bagian yang fakta dan mana yang tafsiran. Cara ini mirip dengan memeriksa sumber berita viral untuk pemula, yang menekankan pengecekan silang antar sumber.

Kalau media asal belum pernah kamu dengar, periksa dulu rekam jejaknya. Ada panduan tentang cara menilai kredibilitas situs berita yang belum dikenal yang bisa dipakai untuk melihat apakah media tersebut punya alamat kantor, nama penulis, dan halaman koreksi.

Menangani berita yang menyertakan foto dan video

Berita berbahasa asing sering disertai foto atau video yang kemudian dipotong dan disebar ulang tanpa konteks. Terjemahan judulnya bisa benar, tetapi gambar yang menyertainya berasal dari peristiwa lain. Periksa keterangan gambar di artikel asli, terutama lokasi dan tanggal pengambilan.

Untuk materi visual, langkah pengecekan berbeda dari teks. Ada panduan cara cek keaslian foto dan video viral yang menjelaskan cara menelusuri asal gambar lewat pencarian terbalik. Setelah gambar dipastikan cocok dengan peristiwanya, barulah terjemahan judul bisa dianggap layak dibagikan.

Kesalahan yang sering terjadi saat menerjemahkan berita

Kesalahan paling umum adalah menerjemahkan judul saja lalu menyimpulkan isi berita. Judul berita asing sering dibuat pendek dan menonjolkan satu sisi. Isi artikel bisa memuat pernyataan penyangkalan atau konteks yang mengubah kesan awal.

Kesalahan kedua, menghapus nama media dan tanggal saat membagikan hasil terjemahan. Tanpa keduanya, pembaca tidak bisa menilai apakah berita itu masih relevan atau sudah usang. Sertakan nama media, tanggal terbit, dan tautan aslinya.

Kesalahan ketiga, mencampur beberapa berita berbeda dalam satu unggahan terjemahan. Kalau ingin merangkum, sebutkan sumber tiap bagian secara jelas. Pembaca berhak tahu kalimat mana berasal dari media mana.

  • Jangan menerjemahkan kutipan langsung tanpa menyebut nama narasumber aslinya.
  • Jangan mengubah satuan mata uang; sebutkan kurs acuan hanya jika artikel aslinya menyebutkannya.
  • Jangan menambahkan kata penguat seperti “dipastikan” atau “dipastikan akan” jika teks aslinya memakai kata “diperkirakan”.
  • Jangan membagikan terjemahan yang belum kamu baca ulang.

Ringkasan

Membaca berita berbahasa asing dengan terjemahan bukan sekadar menyalin teks ke mesin. Terjemahkan per bagian, pertahankan nama dan angka, periksa label opini, dan bandingkan dengan sumber lain. Kalau hasil terjemahan akan dibagikan, sertakan tautan asli agar pembaca bisa memeriksa sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah boleh memakai mesin penerjemah gratis untuk membaca berita?

Boleh, dan untuk memahami garis besar biasanya sudah cukup. Batasannya, hasil mesin perlu diperiksa pada bagian yang memuat istilah teknis, nama lembaga, dan angka. Untuk keperluan kutipan, bandingkan dengan sumber berbahasa Indonesia yang membahas topik sama.

Bagaimana cara tahu terjemahan saya tidak mengubah makna?

Baca ulang hasil terjemahan tanpa melihat teks asli. Kalau ada kalimat yang terasa menggantung atau bertentangan dengan paragraf sebelumnya, kembalikan ke teks asli dan terjemahkan ulang bagian itu. Meminta orang lain membaca hasilmu juga membantu menemukan kalimat janggal.

Apakah semua berita asing perlu diterjemahkan?

Tidak. Cukup terjemahkan berita yang benar-benar kamu butuhkan atau yang akan kamu bagikan. Menerjemahkan banyak berita sekaligus membuat kualitas pengecekan turun, dan kesalahan kecil lebih mudah lolos.

More From Author

Seseorang sedang memeriksa berita viral di media sosial melalui ponsel dan laptop

Cara Cek Berita Viral di Media Sosial dengan Langkah Sederhana